Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memulai Bacaan Setelah Waqof GW

GW - Ngawurnya seseorang ketika memulai bacaan surat yang dibacanya merupakan kesalahan yang harus dibenari, entah itu tua umurnya dan lebih-lebih yang masih kanak-kanak, bisa saja dalam ibtidaknya tersebut merusak dari pada ma'nannya, sehingga menjadikan kalimah tersebut menjadikan kalimah kufur.

Pixabay.com

Bagaimanakah disaat dalam keadaan memabacanya tidak tahu dan tidak mengerti dari padanya arti dan ilmunya tersebut ? atau bisa jadi tahu ma'nanya namun menyengaja ?, ada beberapa hukum dan kaidah yang harusnya di pelajari pelan-pelan agar kefahaman menjadi melekat dan teringat dan baik, apalagi dalam mengingatnya dengan tadarusan. Berikut dibawah ini ulasan mengenai ibtidak

Pembahasan 

Apa itu Ibtida' ?? 

baik secara lughowi atau istilah ?

Ibtida'

Ibtida dari segi bahasa bermakna memulai, secara istilah adalah memulainya bacaan dari berhentinya waqaf, baik waqof yang waqof tam, waqof kaf, waqof hasan, waqof lazim atau waqof qobih.

Sebelum memahami mengenai ibtida' alangkah baiknya mengetahui jenis waqaf-waqaf yang dari padanya itu, baiknya dalam membaca akan lebih terstruktur, sehingga dari padanya membaca benar lebih besar dan baik. 

Memulai membaca menurut KH.Maftuh Bastu Birri dalam bukunya Jazariyyah, mestinya ibtida' harus lebih berhati-hati dari pada waqof, karena kalau waqof masih ada daruratnya, yang semestinya akan kehabisan nafas, tidak begitu dengan ibtidak, memulai membaca itu pasti didalam keadaan ikhtiyar dan bebas bisa memilih dari mana, dengan ini maka kalau ibtidak harus dari kalam yang mafhum dan tidak menjadikanya rusak ma'na. 

Rusaknya suatu ma'na merupakan kesalahan yang fatal, bisa jadi menyesatkan dan menjerumuskan bagi yang mengerti ma'nanya dalam kesesatan menambah sesat, sedangkan yang sudah mengerti ma'na semakin bingung akan maksudnya. 

Ada bebeberapa hukum mengenai memulai membaca menurut imam ibnul jazariy rohimahullah yakni boleh-boleh, hanya jelek, sangat jelek, haram, yang terakhir adalah hal yang mengerikan yaitu bisa jadi dengan kesalahanya menjadikanya sampai kufur, oleh karenanya dari hukum itu harus tahu akan kondisi apa dan bagaimananya.

Cara Memulai Bacaan (ibtida')

1. Kalau waqofnya tam atau kaf, ibtidaknya juga bisa tam dan kaf.

2. Kalau waqofnya qobih maka ibtidaknya harus mengulangi dan memilih dari mana yang boleh dan baik, tidak cukup hanya asal mengulangi.

Terkadang ada suatu kondisi dimana waqafnya baik namun ibtidaknya jelek atau buruk dan begitupun sebaliknya waqafnya jelek akan tetapi ibtidaknya buruk. waqaf hasan adalah berhenti pada kalam sempurna yang masih ada hubunganya dengan kalam berikutnya dalam segi lafadz dan ma'nanya. ada beberapa jenis waqof diantaranya waqof sukun dan waqaf ibdal yang baiknya dan harusnya di ketahui silahkan pelajari.

Mengenai ibtidak qobih yakni jeleknya dalam memulai membaca suatu kalam, hukum dari pada ibtidak ini dari mulai tidak boleh dan bisa jadi sampai kufur kalo hal itu mencakup dengan sebab-sebab yang telah dirincikan. yakni diantara sebabnya apa ? salah satunya adalah rusaknya ma'na, rusaknya tatanan kalimah dan bacaan, menyengaja, menyengaja yang sampai pada i'tiqodnya, rusaknya runtutan huruf. kemudian bagaimana dengan para Qori' yang terpaksa ibtidak yang qobih tadi ? maka dalam hal ini tidak dihukumi makruh atau haram asal hanya tujuan membaca atau menceritakan saja.

Kesimpulan 

Bahwa memulai membaca haruslah memperhatikan ma'na, memperhatikan susunan kata, begitu pula juga dengan keadaan dimana kemampuan diri mampukah dalam keadaan tertentu bisa membaca dengan panjangnya kalimah dan atau dalam keadaan lain, penting sekali mengerti akan ma'na dan begitupun juga susunan kalimahnya, baik yang fi'il seharusnya dibarengi dengan fa'ilnya, atau mubtadak dengan khobarnya dan lainya. 

Itulah artikel singkat mengenai Cara Memulai Bacaan Setelah Waqof , semoga bermanfaat salam dari kami Griyawaras.com.

GW Berbagi 

Belajar : Akhlak

Belajar : Fiqih

Belajar : Tajwid

Posting Komentar untuk "Cara Memulai Bacaan Setelah Waqof GW"